Pergimu terlampau mudah
Pergimu terlampau mudah.
Agustus 4, 2018bait semestaSunting "Pergimu terlampau mudah."
Sebuah tempat itu takkan kehilangan pengunjungnya.
Kecuali kau dan aku yang menjelma menjadi sebuah kehilangan. Kedua anak manusia yang pernah saling bertukar rasa dalam hati masing-masing. Kini hanya seonggok sepi dengan balutan duri yang menancap begitu pelik.
Di antara dua pohon beringin yang rimbun berdiri kokoh berdampingan di tengah-tengah alun-alun kota.
Kita berdua saling menatap – merumpikan sebuah perasaan yang kian tumbuh mengakar dibelantara hati. Secarik kopi hitam pekat yang kupesankan untuk kita berdua, menjadi saksi bahwa pernah ada kita sebelum rasa yang ada pergi.
Kepergianmu terlampau mudah – terasa singkat tidak dalam hitungan tahun hanya berjarak beberapa bulan. Cerita pendek yang kau usaikan sebelum aku khatamkan.
Kini aku faham, bukan hanya sebuah kebahagiaan yang membawa orang pada pertemuan, lebih dari itu, perpisahan pun kadang membawa kebahagiaan, tentunya.aku belajar rumus langka tentang kebahagiaan darimu yang bahagia setelah lari pergi melepaskanku.
Semesta berpihak – membahagiakan hati seseorang. Malangnya padamu dan bukan padaku, dermaga hati yang dulu pernah dikatakan menjadi tempat rasamu berlabuh kini hanyalah pelabuhan gersang yang sepi penumpang.
April – bulan terbaik pada masanya, dimana ada dua anak adam bermain hati saling mengisi hari berkisah-kasih tiada henti. Hingga datang sebuah hari dimana aku dan kamu mengisahkan cinta yang lenyap bagai ditelan bumi.
Terkadang mengikhlaskan lebih sulit dari pada bertahan. Ada saja hal-hal yang membuat enggan melepaskan. Luka akan selalu saja hadir dan kau mungkin saja suatu waktu nanti lupa , pernah ada seseorang yang pernah begitu terluka oleh kepergianmu.
Senyuman dan pengikhlasan- adalah sebuah usaha untuk menemukan kebahagiaanku lagi. Teramat sulit mungkin, karena sosok kau terlalu mendalam di dasar samudra otakku.
Namun, setidaknya aku pernah berusaha melakukan itu, usaha yang aku sendiri berfikir akan berakhir sia-sia. Mungkin jika satu persen kemungkinan untuk hewan melata mengepakan sayapnya lalu terbang ke langit – usaha itu lah angka satu persennya.
Sekarang setelah kepergianmu – rasa kesepian begitu menyelimuti kebahagiaan didalam hati menyekik keras tiada ampun. Merekah pudar menjadi kenangan yang kelam.
Aku tak mau terlebih dulu mengucapkan terima kasih layaknya sepasang kekasih yang sudah berpisah lalu menulis kalimat terima kasih karena pernah saling membahagiaakan, usia hubungan kita terlalu dini untuk diakhiri.
Usai – memang telah usai tapi aku mencintaimu belum ingin selesai.
Pemalang, 4 agustus 2018
Agustus 4, 2018bait semestaSunting "Pergimu terlampau mudah."
Sebuah tempat itu takkan kehilangan pengunjungnya.
Kecuali kau dan aku yang menjelma menjadi sebuah kehilangan. Kedua anak manusia yang pernah saling bertukar rasa dalam hati masing-masing. Kini hanya seonggok sepi dengan balutan duri yang menancap begitu pelik.
Di antara dua pohon beringin yang rimbun berdiri kokoh berdampingan di tengah-tengah alun-alun kota.
Kita berdua saling menatap – merumpikan sebuah perasaan yang kian tumbuh mengakar dibelantara hati. Secarik kopi hitam pekat yang kupesankan untuk kita berdua, menjadi saksi bahwa pernah ada kita sebelum rasa yang ada pergi.
Kepergianmu terlampau mudah – terasa singkat tidak dalam hitungan tahun hanya berjarak beberapa bulan. Cerita pendek yang kau usaikan sebelum aku khatamkan.
Kini aku faham, bukan hanya sebuah kebahagiaan yang membawa orang pada pertemuan, lebih dari itu, perpisahan pun kadang membawa kebahagiaan, tentunya.aku belajar rumus langka tentang kebahagiaan darimu yang bahagia setelah lari pergi melepaskanku.
Semesta berpihak – membahagiakan hati seseorang. Malangnya padamu dan bukan padaku, dermaga hati yang dulu pernah dikatakan menjadi tempat rasamu berlabuh kini hanyalah pelabuhan gersang yang sepi penumpang.
April – bulan terbaik pada masanya, dimana ada dua anak adam bermain hati saling mengisi hari berkisah-kasih tiada henti. Hingga datang sebuah hari dimana aku dan kamu mengisahkan cinta yang lenyap bagai ditelan bumi.
Terkadang mengikhlaskan lebih sulit dari pada bertahan. Ada saja hal-hal yang membuat enggan melepaskan. Luka akan selalu saja hadir dan kau mungkin saja suatu waktu nanti lupa , pernah ada seseorang yang pernah begitu terluka oleh kepergianmu.
Senyuman dan pengikhlasan- adalah sebuah usaha untuk menemukan kebahagiaanku lagi. Teramat sulit mungkin, karena sosok kau terlalu mendalam di dasar samudra otakku.
Namun, setidaknya aku pernah berusaha melakukan itu, usaha yang aku sendiri berfikir akan berakhir sia-sia. Mungkin jika satu persen kemungkinan untuk hewan melata mengepakan sayapnya lalu terbang ke langit – usaha itu lah angka satu persennya.
Sekarang setelah kepergianmu – rasa kesepian begitu menyelimuti kebahagiaan didalam hati menyekik keras tiada ampun. Merekah pudar menjadi kenangan yang kelam.
Aku tak mau terlebih dulu mengucapkan terima kasih layaknya sepasang kekasih yang sudah berpisah lalu menulis kalimat terima kasih karena pernah saling membahagiaakan, usia hubungan kita terlalu dini untuk diakhiri.
Usai – memang telah usai tapi aku mencintaimu belum ingin selesai.
Pemalang, 4 agustus 2018
Komentar
Posting Komentar