Logikanya.

Jika sebuah rasa dibarengi dengan logika akan melahirkan dua hati yang berindikasi lara
Karena rasa itu lebih mengedepankan hati, lain dengan logika yang hanya bermodalkan pemikiran.

Waktu terbuang, uang berkurang, rasa menjauh karena hati tergarang oleh cinta yang bersarang mengatasnamakan cinta.

Berbicara tentang hati sebenarnya aku belum cukup menguasai kata itu. Dikarenakan aku belum menemukan hati tempat untuk aku tempati. Dimana rasaku bersarang, berlindung dari kerasnya roda kehidupan.

Aku lebih suka berbicara tentang logika. Logika yang sering membantu hati nuraniku mampu melihat bahwa dirinya tidak layak diharapkan lagi, karena ternyata sebuah kalimat ” tidak ada kepedihan yang paling pedih selain berharap kepada manusia ” itu sangat benar.
Faktanya aku pernah sempat dikecewakan oleh harapan yang aku taruh pada seorang insan.

Kalau semesta mampu berbisik pasti dia akan memintaku untuk pergi, dari harapan yang hanya membuat kekecewaan.

Kecewa karena sempat dikhianati, dikasih janji namun dingkari. Padahal mencintai adalah saling melengkapi bukan membebani.

” logikanya aku dan kamu hanyalah manusia

tidak usah berjanji bersama jika tak mampu setia

karena hakikatnya makhluk hanya berusaha

Tuhanlah yang menentukan hasilnya ; bersama atau berpisah “.

Tidak ada yang salah dengan rasa karena manusia diberikan hati untuk merasa ; merasa bahagia, merasa sedih, merasa sakit dan jatuh cinta. Tapi bukankah kecewa berasal dari merasa? kecewa wajar pasti semua anak adam mengalami rasa kecewa karena kecewa tidak akan lepas dari kita manusia yang kodratnya selalu berharap. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi sebuah rasa kecewa itu sendiri.

Aku pun pernah bahkan sering dikecewakan dan aku mengalami kecewa. pedih memang pedih tapi apakah harus selamanya bersedih? aku memulai bangkit dari yang namanya rasa sakit, sulit? tentunya, tidak ada kecewa yang tidak sakit, semua butuh usaha yang tidak instan, butuh niat serta proses untuk kembali dari kata sembuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tebing retak