Hutan

Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainya. Apa fungsi hutan untuk semesta? Untuk makhluk dibumi?, Hutan sendiri memiliki fungsi sebagai penampung ( carbon dioxide sink ), habitat hewan, pelestari tanah, serta sebagai salah satu aspek biosfer bumi yang paling penting. Dan bagi orang- orang seperti saya, hutan adalah tempat bermain yang asyik. Iya hutan bukan hanya menjadi pelindung bumi saja, yang jika tidak ada hutan bumi akan gersang tapi hutan lebih dari itu. Hutan juga merupakan guru yang mengajarkan kita, terutama saya pribadi. Seperti kata Soe Hoek Gie, “Alam sudah hidup lebih dulu jutaan ribu tahun yang lalu, karenanya dia bijaksana. Dia akan mengajarkan kebijaksanaan melebihi orang-orang yang kau anggap pintar”. Hutan mengajarkan saya bahwa hidup di kota sama halnya hidup dihutan. Dihutan tidak ada hukuman melainkan konsekuensi. Ya bukankah sama bukan dengan dikota? Kita mencuri konsekuensinya jeruji besi, kita menebang pohon hutan sembarangan konsekuensinya bisa berakibat banjir.

Menurut berita yang saya baca di media sosial tepatnya SENAYANPOST.com – bahwa kondisi hutan di Indonesia terus memburuk yang ditenggarai dengan semakin menurunya luasan hutan. Pakar politik dan kebijakan hutan UGM, prof. Ahmad Maryudi, Jumat (23/3/2018) mengatakan, deforestasi terus saja terjadi yang angkanya berkisar 10-13 juta hectare per tahun. “belum lagi hutan yang terdegradasi, jumlahnya jauh lebih banyak,” kata Guru Besar Fakultas kehutanan UGM ini.

Sebagai salah satu orang yang menyukai hutan dan gunung saya sangat menyesalkan apa yang terjadi pada hutan di Indonesia, padahal jika kita kita sadari jika hutan rusak maka dampaknya akan kembali ke manusianya juga. Saya ingin memberi contoh salah satu dampak dari kerusakan hutan lindung yang di proyeki oleh PT Mega Proyek PLTPB, dengan mengatas namakan teknologi ramah lingkungan malah faktanya memberi bencana.

Selain banjir bandang bebrapa bulan lalu ( 10/3/18) ,yang diakibatkan hilangnya daya resapan tanah di atas gunung, dimana terjadi pembabatan hutan lindung secara besar-besaran , tanah menjadi longsor dan terbawa oleh arus hujan, juga membuat mata air dilereng gunung slamet menjadi keruh. Lalu kenapa megaproyek yang katanya ‘ ramah lingkungan ‘ ini NGOTOT dilanjutkan ? entahlah, apakah untuk kepentingan pribadi atau beberapa kalangan yang lebih mengedepankan kemajuan perusahaan ketimbang hutan sebagai paru-paru bumi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Logikanya.

Tebing retak